
Kamera Olympus Ultra Zoom C-740 (2003) di pohon jeruk pekarangan rumah di Bandung.
Setiap kali saya melihat foto ini, saya selalu teringat almarhumah Ibu saya, waktu itu pagi hari di pekarangan rumah Ibu saya di Bandung, setelah malamnya hari ditengah guyuran hujan bermotor dari Depok pulang ke Bandung. Ulat yang sedang memakan daun ini mengusik perhatian saya di pagi yang dingin. Sejenak ulat ini mengalihkan pikiran saya yang sedang tidak menentu memikirkan Ibu yang sedang terbaring tidak berdaya di kamar depan akibat penyakit kanker yang menggerogotinya. Banyak yang memberi tahu kalau sudah tidak ada harapan, tapi saya tidak pernah menggubrisnya dan selalu berdoa meminta kesembuhan untuk beliau di saat ada kesempatan.
Pandangan saya tidak lepas dari ulat ini. Tanpa peduli sekitarnya, dia memakan daun jeruk dengan rakusnya. Ingin rasanya saya tangkap kemudian saya injak-injak karena dia telah berani merusak apa yang ditanam Ibu saya.
Hingga kemudian saya menyadari bahwa dia adalah Ibu dari ulat-ulat lain di masa depan, apapun yang dilakukan ulat ini adalah agar besok dia menjadi kepompong, kemudian berubah menjadi kupu-kupu dan menyebarkan telurnya hingga tumbuhlah ulat-ulat cantik lain yang akan menggerogoti daun yang lain. Selalu ada harapan untuk meneruskan perjuangan di pagi hari, meskipun suara-suara itu menyuruh kita untuk berhenti hingga batas waktu yang kita mampu untuk menantang takdir. Setidaknya saat takdir itu datang, dalam kekalahan kita, kita mampu berkata lantang kalau kita tidak akan mengalah sebelum lonceng terakhir berdentang.
Semoga Ibu dan Kakak yang telah berjuang melawan penyakit jahanam ini tenang di alam sanaโฆ
